Kamis, 07 Januari 2010

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 34



Deok Man kaget melihat Bi Dam. Guk San Heun berkata bahwa Bi Dam sekarang sedang minta ijin dari Wonsanghwa (Chil Sook) untuk mengijinkannya mengikuti Bi Jae.

Se Jong bertanya apa mereka yakin bahwa Bo Jong akan dapat menjadi Pungwolju. Ha Jong berkata, Bo Jong tidak pernah kalah dalam Bi Jae. Seol Won berkata tidak ada jaminan kemenangan, dalam pertandingan bela diri selalu ada kejutan. Ha Jong berkata apa mereka perlu mempersiapkan sesuatu siapa tahu Bo Jong gagal.

Mi Saeng masuk dengan bersemangat. Mi Shil bertanya ada apa, Mi Saeng mengatur nafasnya dan berkata saat ia menuju tempat ini, ia melihat Bi Dam. Bi Dam menerobos gerbang Hwa Rang dan bermaksud ikut Bi Jae. Se Jong berkata bagaimana Bi Dam berani melakukan itu. Seol Won berkata, sebagai murid Gukseon dia punya kualitas untuk ikut Bi Jae. Ha Jong bertanya apa Bi Dam benar murid Moon Noh atau hanya pelayan saja. Mi Shil diam saja.

Ho Jae berkata pada Bi Dam Bi Jae ini adalah terbatas hanya untuk para Hwa Rang. Ho Jae bertanya apa hak Bi Dam. Bi Dam berkata ia murid Guk Seon. Bi Dam berkata sebagai murid Guk Seon, ia memiliki posisi sebagai Hwa Rang dan hak untuk mengikuti Bi Jae. Ho Jae berkata sudah ada konfirmasi 32 orang Hwa Rang dari perwakilan seluruh negeri. Meskipun Bi Dam memenuhi syarat tapi ia terlambat dan tidak sesuai standar prosedur Hwa Rang. Salah seorang Hwa Rang berkata ini permintaan yang tidak adil, karena mereka semua memenuhi syarat dan sudah berkompetisi dari jauh2 hari. Mereka hanya dengar Bi Dam murid Guk seon dan meskipun benar ia murid Guk Seon, tetap bertentangan dengan dasar2 Hwa Rang. Semua minta Bi Dam pergi.

Bi Dam kemudian mendekati salah seorang Hwa Rang dan meludah di dekatnya dan minta ia keluar dan memprovokasi orang itu. Hwa Rang itu bertanya apa mau Bi Dam dan ia merasa terhina, ia menghunus pedangnya. Bi Dam menyerang Hwa Rang itu dengan kecepatan yang luar biasa sehingga jatuh. Kemudian Bi Dam berkata pada Ho jae bahwa Hwa Rang yang jatuh ke tanah tidak layak mengikuti Bi Jae. Dia bertanya apa ia dapat menggantikannya. Joo Bang dan Go Do menyelinap keluar. Ho Jae berpikir bahwa Bi Dam sungguh berani menggunakan segala cara untuk ikut bertanding. Bi Dam bertanya apa ada yang melihat bahwa Hwa Rang inilah yang menghunus pedangnya dulu.

Moon Noh kaget sekali saat Joo Bang dan Go Do menghadapnya dan memberitahu apa yang dilakukan Bi Dam. Joo Bang minta Moon Noh melihat karena Bi Dam berkata ia murid Guk Seon dan ingin ikut Bi Jae. Moon Noh bertanya Joo Bang yakin Bi Dam mengaku ia muridnya, Joo Bang membenarkan.

Chil Sook berdiri dan bertanya apa Bi Dam benar murid Gukseon. Lalu Moon Noh datang dan bertanya ada apa. Ho Jae berkata bahwa Bi Dam mengaku sebagai murid Gukseon dan ingin ikut Bi Jae. Chil Sook berkata jika Bi Dam memang benar murid Guk Seon, maka ia berhak mengikuti Bi jae, maka jika Moon Noh membenarkan ia akan mengijinkan Bi Dam ikut. Moon Noh dan Bi Dam saling menatap dan berbicara dengan matanya. Bi Dam memperlihatkan bahwa ia harus mengikuti Bi Jae ini. Moon Noh berkata Bi Dam memang benar muridnya. Akhirnya Ho Jae mengumumkan Bi Dam akan ikut Bi Jae. Bi Dam akan menggantikan Hwa Rang yang jatuh tadi. Ho JAe memperkenalkan Bi Dam : Hwa Rang Bi Dam dari resimen Mu Myeong Ji Do atau resimen tanpa nama.

Bi Dam berterima kasih atas ijin berpartisipasi. Ho Jae mengumumkan bahwa ke 32 peserta sudah ditetapkan dan Bi jae akan diadakan siang ini. Mi Saeng berkata bahwa Dae Nam Bo akan segera tiba di Seorabeol. Mi Shil bertanya kapan tepatnya. Mi Shil mendengar bahwa Kim Chun Chu sudah sampai Danhangseong (perbatasan Silla kuno, sekitar 2 jam dari Seoul) mereka sudah menunggu Kim Chun Chu di Seorabeol.

Mi Saeng berkata ia akan memperingatkan Dae Nam Bo nanti jika sudah sampai karena penundaan ini. San Tak datang dan melapor bahwa Bi Jae akan mulai siang ini. Seol won bertanya apa yang terjadi dengan Bi Dam. San Tak berkata, Moon Noh membenarkan jika Bi Dam muridnya. Mi Shil tidak begitu terkejut dan Se Jong berkata bukankah sudah ada 32 peserta. San Tak membenarkan tapi salah seorang Hwa Rang berkelahi dengan Bi Dam dan jatuh ke tanah maka ia dianggap gugur. Jadi Bi Dam mengambil alih tempatnya. Ha Jong bertanya apa ini rencana Moon Noh dengan muridnya, mereka telah berkonspirasi.

Seol Won berkata ini bukan karakter Guk Seon. Ha Jong bertanya bagaimana Seol Won yakin dengan karakter Moon Noh. Seol Won berkata ia akan memeriksa masalah ini. Joo Bang dan Go Do melapor pada Deok Man, Bi Dam benar2 murid Moon Noh. Bi Dam seperti kilat berwarna biru seperti hantu, tanpa menoleh, ia menjatuhkan seorang Hwa Rang ke tanah dan Joo Bang menunjukkan gerakan Bi Dam pada Deok Man. Go Do berkata Bi Dam menggantikan tempat orang yang luka itu. Deok Man ingat Bi Dam berkata padanya, ia akan membuat Kim Yu Shin menjadi Pungwolju.

Para Hwa Rang membicarakan Bi Dam, ia mengaku murid Guk Seon tapi perilakunya tidak baik. Tiba2 seperti hantu Bi Dam muncul di tengah mereka dan bertanya siapa lawan yang akan mereka hadapi. Para hwa Rang berpikir Bi Dam benar2 tidak sopan dengan mereka. Bi Dam berkata apa mereka akan melawannya dan ia berkata siapa yang akan menjadi lawannya harus berhati-hati. Para Hwa Rang berpikir Bi dam gila.

Joo Bang berkata pada Yu Shin jangan terlalu cemas saat Kim Yu Shin mempersiapkan mental menghadapi Bi Jae. Kau sudah cukup berlatih. Semua latihan Yu Shin memukul batu akan berguna. Joo Bang dan Go Do minta Yu shin mengalahkan Baek Eui. Kim Yu Shin berkata mereka sungguh berisik dan minta mereka pergi. Joo Bang bertanya apa Yu Shin merasa tegang syarafnya. Go Do berkata mungkin karena ini ikut sertanya yang pertama dalam Bi jae. Joo Bang berpikir mereka harus menemukan sesuatu untuk meringankan hati Yu shin yang gelisah. Joo Bang menemukan pedang kayu Yu Shin dan membawanya pada Yu shin. Kim Yu shin mengambilnya dan bertemu Al Cheon. Joo Bang dan Go Do memberi semangat pada Al Cheon untuk melakukan yang terbaik karena nangdo Al Cheon dan mereka adalah teman baik. Tapi Al Cheon dan Yu Shin bersikap dingin satu sama lain. Joo Bang berkata Bi Jae pasti sesuatu yang sangat penting sehingga membuat orang sangat tegang. Go Do berkata mereka berdua yang sangat akrabpun tiba-tiba menjadi begitu dingin menakutkan satu sama lain.

Bo Jong tahu Seok bum akan menghadapi Bi Dam dalam ronde pertama. Seok Bum cemas karena ia tahu kemampuan bela diri Bi Dam saat di distrik Iseo. Bo Jong tahu Bi Dam cepat dengan gerakannya, jadi ia minta Seok bum hati-hati. Seok bum akan melakukan yang terbaik dan jika ia gagal, ia akan berusaha untuk tidak cedera sehingga dapat memasuki babak berikutnya. Kemudian Bi Dam muncul di muka mereka dan bertanya siapa yang mereka maksud. Bi Dam seperti hantu gentayangan yang mengganggu para Hwa Rang. Bi dam berkata, Bo Jong dan Seok Bum berasal dari tim yang sama, jadi lebih baik mereka maju bersama sekaligus. Jadi Bi dam dapat membereskan mereka berdua sekaligus. Bi Dam berkata sepanjang yang ia ingat kemampuan bela diri Seok Bum tidak berarti bahkan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Seok Bum marah dengan ledekan Bi Dam dan berteriak pada Bi dam karena telah menghinanya. Bi Dam sebaliknya berkata jika Bi Jae adalah pertandingan untuk mencari yang paling bersuara keras maka Seok Bum mungkin akan sukses menjadi Pungwolju dengan suaranya. Bi Dam merasa lucu dan pergi sambil berkata bagaimana orang sependek Seok Bum memilik suara yang begitu keras. Seok bum benar2 merasa terhina dan murka.

Bi Dam menemui Im Jong. Im Jong hampir menghunus pedangnya saat tiba2 Bi Dam melompat mendekatinya dan bertanya apa Im Jong mengenalnya. Bi Dam berkata bahwa Im Jong harus mengenalnya. Im Jong bertanya ada apa dengan Bi dam. Bi Dam bertanya apa Im Jong kapten resimen Ho Guk Seon Do. Ia berkata gurunya Moon Noh dulu adalah kapten resimen yang sama. Moon Noh sudah menciptakan ilmu bertempur khusus resimen ini. Bi dam belum pernah melihat teknik Im Jong, tapi ia berbisik pada Im Jong, jika mereka bertemu saat Bi Jae nanti, sepertinya mereka akan merebutkan siapa yang lebih pantas menjadi murid Guk Seon. Deok Man masuk dan mendengar apa yang dikatakan Bi Dam. Bahwa Im Jong tidak pantas menjadi Kapten resimen ini dan jika ia kalah, ia harus menyerahkan tampuk pimpinan pada Bi Dam. Bi Dam melihat Deok Man. Im Jong dan Bi Dam memberi hormat.

Deok Man memanggil Bi Dam dan bertanya apa maksud Bi Dam dengan semua ini. Apa maksud Putri? Deok Man berkata semua provokasinya, semua taktiknya dan mengganggu para Hwa Rang dengan semua olok-oloknya. Deok Man berkata jika Bi Dam ingin ikut Bi Jae, maka ia harus berlatih. Bi Dam berkata ini adalah persiapan yang terbaik yang ia lakukan. Deok Man heran. Bi Dam berkata ia yakin dengan kemampuannya. Tapi ia belum berpengalaman berhadapan dengan seseorang di Bi Jae, jadi dia harus yakin dengan hasilnya. Deok Man bertanya lalu apa maksudnya. Bi Dam berkata setiap jurus pedang keluar dari dalam hati setiap petarung, maka dengan provokasi, dan mengganggu mental mereka juga dapat mempengaruhi performa permainan pedang mereka. Bi Dam berkata ia mengganggu mereka untuk mendapat hasil yang maksimal. Deok Man berkata taktiknya ini murahan. Bi Dam berkata bahwa Deok Man pernah mengatakan bahwa inti Hwa Rang adalah jangan pernah membedakan antara kehidupan sehari-hari dengan pertempuran. Para Kapten Hwa Rang itu gagal mengetahui aturan itu. Deok Man benar2 tidak dapat mengatakan apapun saat Bi Dam memutarbalikkan kata2nya.

Bi Jae mulai pada siang hari. Bi Dam menghadapi Seok Bum dan melempar Seok Bum ke lantai. Kim Yu Shin dan Phil Dan lolos. Bo Jong juga lolos. Kemudian Al Cheon lolos. Kemudian Bi Dam harus berhadapan dengan bo Jong. (wow..2 anak Mi Shil)

Raja bertanya tentang perkembangan Bi Jae. Kim Yong Chu berkata bahwa Bi Dam juga ikut serta, Ratu Maya bertanya apa Bi Dam adalah anak yang menjadi pengikut Deok Man. Kim Yong Chu membenarkan. Ia juga merupakan murid Guk Seon. Kemudian kasim melaporkan kedatangan Duta Besar Cina yang datang dari Hangju. Raja senang dan bertanya apa Kim Chun Chu juga datang bersama dia. Kasim ragu2 dan ia berkata bahwa Mi Shil sudah mendahului mereka menjemput Kim Chun Chu.

Raja kaget bahwa sekarang Mi Shil menguasai Kim Chun Chu. Ratu Maya bertanya bagaimana Mi Shil dapat menahan Kim Chun Chu. Kim Yong Chu berkata jika Kim Chun Chu sudah berangkat sebelum Duta Besar maka seharusnya Kim Chun Chu sudah tiba di Seorabeol sekarang karena Duta Besar juga sudah sampai. Mengapa ia belum tiba. Ratu Maya mencemaskan cucunya apa mungkin Mi Shil menahan Kim Chun Chu. Raja memerintahkan penyelidikan.

Mi Saeng mendapat laporan bahwa Dae Nam Bo dan Kim Chun Chu sudah melewati Geumohsan dan akan segera tiba di Seorabeol. (Geomohsan, sekarang Namsan di Gyeongju).

Mi Saeng heran, Geumohsan sangat dekat mengapa mereka belum sampai juga. Petugas melapor bahwa Hwa Rang Dae Nambo sudah memberikan posisi mereka. Ia berkata perjalanan jauh sudah membuat Kim Chun chu kelelahan dan sakit sehingga mereka harus beristirahat dan tinggal beberapa hari di Danhangseong untuk pengobatan. Se Jong berkata meskipun begitu, mereka seharusnya sudah tiba di Seorabeol sekarang. Ha Jong juga berkata meskipun mereka jalan kaki, mereka juga seharusnya sudah sampai. Petugas itu ragu2, lalu berkata bahwa Kim Chun Chu tidk bisa naik kuda. Semua shock dan heran bagaimana ia tidak dapat menunggangi kuda.

Mi Saeng berpikir itu omong kosong jika ada orang yang tidak dapat naik kuda apalagi Chun Chu sudah besar. se Jong dan Ha Jong melihat Mi Saeng kemudian Mi Saeng sadar, ia juga tidak bisa naik kuda (bwa...ha..ha). Mi saeng membela diri bahwa biarpun ia tidak bisa naik kuda ia punya bakat yang lain untuk menutupi kekurangannya. Mi Saeng minta Kim Chun Chu dibawa dengan tandu saja.

Dae Nam Bo memimpin rombongan Kim Chun Chu dan terdengar perintah berhenti. Dae Nam Bo melompat dari kudanya dan bertanya ada apa. Kim Chun Chu berkata ia terlalu pusing untuk meneruskan perjalanan dan perlu istirahat. Dae Nam Bo meminta tandu diturunkan. Kim Chun Chu (kelak akan menjadi Raja besar Taejong Muyeol) istirahat sejenak dan menghirup udara dan minta handuk dan air. Kim chun Chu kemudian membasuh wajahnya dan membersihkannya dengan handuk. Dae Nam Bo menunggu dengan gelisah. Ia berkata Kim Chun Chu harus segera meneruskan perjalanan karena mereka sudah ditunggu di Seorabeol. Mereka sudah dekat sekali. Kim Chun Chu berkata bahwa tandunya membuatnya merasa pusing dan ia tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ini membuat Dae Nam Bo kesal sekali dengan Kim chun Chu yang cengeng.

Kim Chun Chu memiliki bakat diplomasi yang sangat tinggi dan itu terlihat saat berurusan dengan Dinasti Tang. Sekarang ia mempermainkan penjaganya.

Kim Chun Chu bertanya mengenai Bi Jae yang diadakan di Seorabeol. Dae Nam Bo membenarkan dan Kim Chun Chu berkata bahwa hari ini terlalu panas untuk melakukan perjalanan. Kim Chun Chu mengembalikan handuk basahnya dan Dae Nam Bo seperti ingin memukul wajah Kim Chun Chu.

Babak final Bi Jae, para semi finalisnya : Kim Yu Shin dari resimen Yonghwa akan bertemu Al Cheon dari resimen Bi Jeong Ji Do. Kemudian Bi Dan dari Mu Myeong Ji Do akan bertemu Bo Jong dari Il Wyol Seon Do. Pertandingan semi final akan diadakan sekitar pukul 3-5 sore.


Kim Yu Shin merawat bahunya yang melepuh saat Wyol Ya dan Seo Ji datang dan melihat keadaannya. Seo Ji melihat bahu Yu Shin yang luka dan bertanya apa Yu Shin mampu meneruskan pertandingan. Yu Shin berkata Hwa Rang yang lain juga kondisinya sama. Seo Ji membantu mengobati bahu Yu Shin. Wyol Ya berkata jika Yu Shin berhasil menjadi Pungwolju maka akan mempercepat rencana mereka. Kim Yu Shin harus menang.

Al Cheon juga luka tangannya. Anak buahnya berkata ia akan berhadapan dengan Kim Yu Shin. Al Cheon berkata ia akan melakukan yang terbaik. Jika Al Cheon menang ia akan berhadapan dengan Bo Jong. Bukankah itu akan jadi masalah. Lebih baik Al cheon membuat perjanjian dengan Yu shin demi kerjasama mereka. Al Cheon tidak akan melakukan itu, ia tidak ingin memanipulasi Bi Jae demi keuntungan diri sendiri. Keduanya tidak akan melakukannya karena ini Bi Jae.

Bo Jong berlatih push up. Seok bum datang dan bertanya apa Bo jong baik2 saja. Ia minta maaf karena tidak banyak membantu. Bo Jong menghibur Seok bum dan berkata Bi Dam adalah lawan yang tidak terduga. Seok bum menasihati Bo Jong agar berhati-hati dengan Bi Dam. Bi Dam cepat sekali gerakannya. Seok Bum berkata, Kim Yu Shin danAl Cheon mungkin sudah membuat kesepakatan. Seok Bum berkata bahwa kekuatan terbesar Bi Dam adalah kecepatan refleksnya dan kelincahannya. Tapi Bi Dam sudah terluka pergelangan kakinya. Bi Dam pasti susah menggunakan pergelangan kakinya untuk melakukan gerakan.

Bi Dam...tidur seperti kayu dan mengangkat kaki kanannya agar beristirahat, Dae Pung dan Guk San Heun datang dan membawa air untuknya. Kemudian mereka melihat Bi Dam tidur dengan nyenyak dan tidak peduli dengan dunia, mendengkur, dan tertawa sendiri dalam tidurnya. Guk San Heun berkata Bi dam benar2 tidak memerlukan bantuan dari orang lain. Kemudian mereka melihat luka Bi Dam yang disebabkan oleh Im Jong dan bertanya-tanya apa Bi Dam dapat berjalan dengan luka itu.

Mi Saeng mencari kakaknya dan Mi Shil berkata bahwa Kim Chun Chu belum tiba. Mi Saeng berkata Chun Chu sudah melewati Geumohsan dan sudah dekat sekali. Hanya karena Kim Chun Chu tidak dapat naik kuda dan Mi Saeng berpikir itu aneh. Mi Shil dan Seol Won memandang Mi Saeng dengan aneh. Mi Saeng membela diri bahwa paling tidak ia memiliki kemampuan lain dan tidak seperti Kim chun Chu yang tidak memiliki kemampuan apapun.

Dae Nam Bo mondar mandir saat Kim Chun Chu istirahat. Dae Nam Bo membujuk Chun Chu untuk belajar menunggangi kuda karena itu tidak susah dan semua orang bisa melakukannya. Dae Nam Bo bersedia mengajar Kim Chun Chu naik kuda karena itu pasti sangat menyenangkan. Kim Chun Chu bertanya apa benar menyenangkan. Dae Nam Bo akan memperlihatkannya. Kim Chun Chu berkata ia pernah belajar naik kuda beberapa waktu yang lalu tapi susah sekali dan paling tidak Dae Nam Bo memberikan tali kekang dan ia akan mencobanya. Kim Chun Chu keluar dan belajar naik kuda. Kemudian Dae Nam Bo berkata ia harus menahannya, Kim Chun Chu berkata dia menjadi takut dan ingin turun segera. Dae Nam Bo membujuk Chun Chu agar tinggal di punggung kuda beberapa saat lagi, tapi Chun Chu ingin turun. Saat dibawah Kim Chun Chu berkata belajar naik kuda membuatnya lelah dan ia akan istirahat di penginapan. Dae Nam Bo ..shock!

Kim Chun Chu merasa mual saat di punggung kuda biarpun hanya sebentar, tapi mereka harus segera berangkat tapi Kim Chun Chu berkeras bahwa ia ingin ke penginapan untuk istirahat.



Kim Yu Shin, Bo Jong, dan Al Cheon mempersiapkan diri tapi Bi Dam tidur. Moon Noh datang menemui Deok Man dan bertanya apa ia memerintahkan Bi Dam melakukan ini. So Hwa kaget mendengar nama Bi Dam. Deok Man berkata ia tidak memberikan perintah. So Hwa berkata bahwa Bi Jae akan mulai sebentar lagi dan mereka harus segera berangkat. Deok Man berangkat.

Ho Jae mengumumkan semi final akan mempertemukan Kim yu shin dan Al Cheon. Mereka memberi hormat pada Deok Man. Resimen Yonghwa memberi semangat pada Yu Shin dan resimen Bi Cheon ji do juga sama, mereka menyemangati Al Cheon. Kim Yu shin mulai bertarung dengan Al Cheon. Kim Yu Shin terbukti lebih unggul dan Al Cheon terjatuh dan pingsan. Kim Yu Shin pemenangnya. Kim Yu Shin akan memasuki babak final. Kemudian Kim Yu Shin mengangkat Al Cheon yang pingsan dan mengangkat tangan Al cheon.

Kim Yu Shin dibawa ke belakang untuk istirahat. Resimen Yong Hwa merawat yu shin. Al Cheon masuk dan berkata bagaimana mungkin ia yang kalah bisa berjalan tapi sang pemenang justru terbaring di tempat tidur. Kim Yu Shin berkata tadi benar2 pertempuran yang hebat. Al Cheon berkata Yu shin harus menjadi Pungwolju karena telah mengalahkannya dengan terhormat. Joo Bang berkata al Cheon sebenarnya tidak perlu mati2an seperti itu, tapi anggota resimen Bi Cheon berkata inilah Bi Jae itu. Joo Bang tidak dapat mengerti semua pelukan dan berkata bahwa persahabatan adalah selamanya. Joo Bang merasa semuanya tidak masuk akal.

Dae Nam Bo menemui Kim Chun Chu untuk bertanya apa yang diperlukannya saat ia menemukan kamar Chun Chu kosong. Kim Chun Chu menipu Dae nam Bo dengan boneka yang ditaruh di tempat tidurnya. Dae Nam Bo memerintahkan semua orang untuk mencari Chun Chu. Dae Nam Bo benar2 pusing.

Berikutnya di Bi Jae, Bo Jong akan melawan Bi Dam. Bo Jong ingat Seok Bum berkata Bi dam itu cepat tapi pergelangan kakinya terluka parah. Bo Jong harus menyerang pergelangan Bi Dam. Bo Jong berkata bahwa kemenangan Bi Jae dan keadaan memihaknya. Kemudian Bi Dam melakukan gerakan yang mirip gerakan Tai Chi. Moon Noh kaget dan Chil Sook melihatnya.

Bi Dam menggunakan kekuatan Bo Jong untuk menyerang Bo jong sendiri. Bi Dam melihat ke arah Moon Noh yang terkejut. Moon Noh tidak pernah mengajarkan ilmu ini pada Bi Dam, Bi Dam mencuri belajar karena Moon Noh tampaknya segan mengajar semua ilmu pada Bi Dam. Bi Dam memohon untuk belajar semua ilmu gurunya. Moon Noh berkata Bi Dam menguasai ilmu bela diri hanya dengan melihat.

Bi Dam menggunakan gerakan yang pelan dan mendekat lalu mendorong Bo Jong ke tanah menggunakan kekuatan Bo jong sendiri. Bi Dam menang ! Moon Noh hanya duduk melihat Bi Dam. (Tirza : Tai Chi Cuan diciptakan pertama kali oleh Chang Chun Bao, ia pergi ke gunung Wu Tang untuk bermeditasi, disana ia mendapat pencerahan dan mendirikan Wu Tang Si atau Bu Tong Pay dan mengganti namanya menjadi Chang Sam Fong atau Thio Sam Hong. Ia benar2 pernah hidup. Kisahnya ada di serial silat Ie Thien Tu Long Ci atau To liong To atau Golok Pembunuh Naga)

Ho Jae berkata bahwa babak final akan dilaksanakan besok pagi, tapi Bi Dam berkata bahwa ia akan melawan Kim Yu Shin sekarang dan di sini. Ho Jae memanggil Yu Shin dan bertanya apa ia setuju. Kim Yu Shin berkata jika Bi Dam baik2 saja, ia juga setuju dan akan bertanding sekitar 2 jam lagi.

Kim Yong Chu melapor pada Raja dan Ratu Maya bahwa Bo Jong dikalahkan Bi Dam. Raja terkejut dan Ratu berkata sepanjang pengetahuannya, Bo Jong tidak pernah kalah dalam Bi Jae. Bagaimana Bi Dam mengalahkan Bo Jong dia pasti sangat hebat. Kim Yu Shin berkata jika Bi Dam menang di final ini maka mereka masing2 telah menang sekali. Jadi akan ada pemgambilan suara untuk menentukan Pungwolju.

Raja berkata dengan sisitem pemungutan suara, sepertinya Bo Jong akan menjadi pemenangnya. Ratu Maya berkata Kim Yu Shin harus menjadi Pungwolju untuk memperkuat dukungan pada Putri Deok Man. Ha Jong kecewa Bo Jong kalah. Se Jong heran dan Mi Shil shock karena Bo Jong kalah dari Bi Dam. Se Jong bertanya apa yang akan dilakukan Mi Shil. Ha Jong mengingatkan bahwa Yu Shin dan Bi Dam adalah anak buah Deok Man. Mi Shil berkata ia akan pergi ke lokasi Bi Jae. Ha Jong berkata kehadiran ibunya tidak akan berpengaruh pada hasilnya. Mi Shil pergi dan Ha Jong tidak mengerti.

Mi Shil pergi mengunjungi anaknya yang kalah. Mi Shil kecewa sekali. Bo Jong minta maaf pada ibunya. Mi Shil berkata Bo Jong sudah melakukan yang terbaik. Mi Shil lalu menghibur anaknya yang kecewa dan meyakinkan Bo Jong bahwa ia sudah melakukan hal yang baik sekali.

Kim Yu Shin bertemu dengan Bi Dam. Mereka saling memendang selama sekitar 15 menit (wow..lama juga ya, Yu shin bisa jatuh cinta ama Bi Dam tuh..hehe..)

Joo Bang bertanya apa mereka akan benar2 saling mengalahkan dengan hanya saling memandang. Joo Bang berkata ini adalah pertempuran pikiran dan mereka tidak akan mengerti. Deok Man melihat ke 2 pria itu dan ia ingat berkata pada Bi Dam jika apa yang ia takutkan terjadi, ia tidak akan memaafkan Bi Dam. Bi Dam berkata bahwa Deok Man takut Kim Yu shin kalah dalam Bi Jae. Deok Man berkata dia akan menerima kekalahan Kim yu shin tapi tidak dengan apa yang direncanakan Bi Dam. Jika itu niat Bi Dam, Deok Man minta Bi Dam tidak memikirkannya, khususnya Yu Shin tidak akan menerima jika Bi Dam mengalah. Deok Man berkata dalam hati, Bi Dam tidak boleh mengalah dalam Bi Jae ini.

Kim Yu Shin bertempur dengan Bi Dam dan menyadari niat Bi Dam dan minta agar Bi Dam benar2 melawannya dan memperingatkan jika Bi Dam mengalah ia akan mati. Bi Dam meminta Kim Yu shin untuk melihat dengan perspektif yang lebih luas, antara apa yanh akan ia raih dengan ambisi Putri Deok Man. Bi Jae ini tidak bisa dibandingkan. Kim Yu shin berkata jangan berani2 meremehkan Bi Jae ini. Mi Shil mendatangi lokasi Bi Jae.

Kemudian Bi Dam jatuh ke tanah dan Kim Yu Shin minta Bi Dam bangun. Kemudian Chil Sook menjadi marah dan turun ke lapangan, ia berkata Kim Yu Shin dan Bi Dam menghina Bi Jae. Chil Sook berkata beraninya kalian menyebut diri kalian sebagai Hwarang! Deok Man takut bahwa Chil sook adalah bagian dari rencana Mi Shil. Chil Sook ingat Seol Won berkata ada kemungkinan Guk Seon mengirim Bi Dam untuk mengalahkan Bo Jong agar Kim Yu Shin berhasil menjadi Pungwolju. Chil Sook meyakinkan bahwa Moon Noh tidak akan melakukan hal seperti itu menodai Bi Jae. Seol Won masih tidak yakin dan berharap ia salah. Tapi tetap saja mencurigakan. Chil Sook berkata jika Moon Noh benar2 melanggar Bi Jae, dia akan memaafkan Moon Noh. Mi Shil berkata akan lebih mudah bagi mereka jika Guk Seon memang merancangnya. Chil Sook mengerti maksud Mi Shil.

Mi Shil dan Chil Sook bertemu dan Mi shil bertanya apa maksud Chil Sook. Chil Sook berkata pada semua orang bahwa ia Wonsanghwa Chil Sook telah menghabiskan hidupnya dengan pedang dan jika mereka menghina Bi Jae, ia lebih baik membutakan matanya daripada melihatnya. Chil Sook melihat Moon Noh dan meminta Moon Noh menyatakan pendapatnya apa Bi Jae ini adil dan sah. Chil Sook bertanya apa Guk Seon setuju, jika Guk Seon setuju maka Hwa Rang akan selesai.

Para Nangdo saling bergumam dan berbisik apa artinya ini dengan akhir Hwa Rang, saat itu Kim Chun Shu menyelinap diantara kerumunan orang. Joo Bang mencoba mendengar dan minta teman2nya diam saat Kim Chun Chu datang disamping Joo Bang dan bertanya siapa pemenangnya dan bertanya ini dan itu. Joo Bang sangat terganggu kemudian ia ingin memukulnya tapi ia melihat Kim Chun Chu bukan Go Do seperti yang ia pikir.

Joo Bang : Dan siapa..Anda?
Kim Chun Chu : Aku... adalah Kim Chun Chu.
Kim Chun Chu tersenyum sebagai karakter baru dalam drama ini..



Bi Dam : Hi everybody...peace!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar